5 Cara Merawat Ikan Hias agar Tidak Cepat Mati

akuarium dalam rumah

Banyak pemula yang bingung mengapa ikan yang mereka pelihara gampang sekali mati, padahal tidak melakukan treatment yang aneh-aneh terhadap ikan.

Sebenarnya, secara disadari maupun tidak, mereka melakukan kesalahan yang disebabkan minimnya pengetahuan tentang ikan hias.

Jika Anda mengalami hal serupa, cobalah beberapa cara merawat ikan hias agar tidak cepat mati seperti di bawah ini! Oh ya, ini khusus untuk ikan yang dirawat di akuarium ya!

1. Rutin Melakukan Pergantian Air

Pergantian air itu mutlak dilakukan, meski hanya sebulan sekali. Anda perlu sadari, bahwa Anda memelihara ikan di media yang terbatas atau buatan, tidak seperti di habitat alaminya yang kaya dan tak perlu perawatan.

Air di tempat terbatas seperti aquarium, mudah sekali tercemar oleh limbah, meskipun filtrasinya sudah baik. Misalnya, kotoran hewan yang terus menumpuk bisa jadi sumber amoniak yang tidak baik untuk kesehatan ikan. Selain itu, sisa pakan yang tak habis juga berpotensi memperparah keadaan.

Intinya, kualitas air yang buruk bisa jadi penyebab kematian pada ikan hias!

Oleh karena itu, penting kiranya untuk melakukan pergantian jumlah air secara rutin, untuk menjaga kualitas air tetap baik.

Mengganti air bisa dilakukan seminggu sekali, atau paling lama dua minggu sekali. Cuma, kalau sudah terlihat kotor dan air berbau tidak sedap, segera lakukan pengurasan.

Kuraslah akuarium setidaknya sepertiga dari total volume air. Ganti dengan air yang sudah diendapkan semalaman, kalau bisa ditambah aerasi biar kaya oksigen.

2. Jangan Sering Diberi Makan

Memang momen yang paling menyenangkan dari memelihara ikan adalah saat memberikan makan. Saking senangnya, tak terasa pakan yang diberi sampai berlebihan.

Pakan berlebihan tidak baik untuk pencernaan ikan. Lihatlah tanda-tanda ikan, jika sudah dimuntahkan atau pakan tidak lagi disentuh, sebaiknya hentikan pemberian.

Sebagai patokan, bacalah petunjuk yang ada di bungkus makanan yang Anda beli. Biasanya, mereka menyarankan untuk memberi makan dengan porsi yang cepat habis, jangan lebih dari dua menit menggenang di air. Selain itu, bisa diberikan 2 sampai 3 kali sehari. Itu petunjuk yang paling umum!

3. Berikan Oksigen

Ikan hias juga makhluk hidup yang butuh oksigen, sama seperti manusia. Oleh karenanya, sediakanlah oksigen terlarut dalam aquarium Anda.

Anda bisa beli mesin aerator, selang, serta batu gelembungnya untuk menyediakan oksigen terlarut dalam air. Atau jika Anda sudah gunakan filter, biasanya air hasil saringan juga bisa menghasilkan oksigen.

Namun, ada beberapa jenis ikan bisa bertahan hidup tanpa aerator, seperti lele, gabus, sapu-sapu atau ikan cupang.

Kekurangan oksigen dalam air juga bisa menyebabkan nafsu makan ikan jadi berkurang. Jika sudah malas makan, pertumbuhan ikan pun akan terganggu.

4. Jaga Suhu Air

Lonjakan suhu air juga dapat menyebabkan ikan hias Anda cepat mati. Yang paling bagus ialah suhu air yang stabil, atau setidaknya hanya naik dan turun sekitar satu sampai dua derajat saja. Untuk pengecekan, Anda bisa beli termometer khusus aquarium.

Air yang terlalu dingin bisa menyebabkan white spot pada ikan, jika terlalu hangat juga bisa menyebabkan stres.

Suhu air ideal untuk ikan hias tropis berada pada kisaran 25 sampai 32 derajat Celcius. Jika di bawah itu, gunakan water heater, sebaliknya jika terlalu tinggi bisa pakai chiller.

5. Berikan Tankmate yang Cocok

Sebelum membeli ikan, sebaiknya tanya dulu kepada penjual atau cari info mengenai tankmate ikan. Ikan hias tidak bisa digabung begitu saja dalam satu aquarium. Ada yang sifatnya agresif, damai maupun semi-agresif. Ada juga tipikal pemangsa dan pemalu.

Jika Anda menggabungkan ikan-ikan yang damai, itu tidak masalah. Tapi kalau Anda gabung ikan jahil dengan damai, ikan jahil bisa terus mengintimidasi yang damai. Hal tersebut bisa berujung kematian jika tidak segera dipisahkan.

Selain itu, ada beberapa jenis ikan yang bisa saling menyerang sesama jenisnya. Misalnya kalau Anda gabung ikan cupang jantan, mereka bisa saling berkelahi.

Baca Juga:
Pahami juga tipe ikan, apa termasuk ikan predator (pemangsa) atau bukan. Kalau nekat mencampur ikan predtor dalam tank komunitas, bisa-bisa ikan satu aquarium menjadi mangsa si predator.

Semoga 5 cara di atas bisa jadi solusi agar ikan hias yang Anda rawat tidak cepat mati.