4 Cara Memilih Niche Blog yang Tepat

cara memilih niche blog

4 Cara Memilih Niche Blog yang Tepat - Pada kesempatan kali ini, tepat postingan ke-100, blog Sarang Gonggo ingin mengucapkan Terima Kasih pada pembaca yang sudah mau mampir. 

Tak terasa sudah dua bulan lebih blog ini berdiri dan punya postingan segitu. 

Semoga admin tetap istiqomah menulis dan blog ini bisa menjadi manfaat.

OK, cukup intronya, sekarang kita mau bahas soal cara mencari niche terbaik untuk blog yang Anda kelola.


Niche dan Pembagiannya

Pertama, kenali dulu niche dan pembagiannya. Niche, Micro Niche, News dan General.

Niche itu seperti tema atau topik, jadi keseluruhan blog Anda ingin bertema apa. Misal, automotif, blogging, hewan peliharaan dan lainnya. 

Intinya, niche itu menyasar pada satu kategori tertentu.

Sedangkan Micro Niche, membahas niche lebih spesifik lagi. Misalnya niche tentang ikan hias, micro nichenya bisa Arwana, Louhan dan lainnya.

General merupakan niche yang bersifat umum dan membahas banyak hal. Misalnya blog ini. 

Yang penting, kategorikan sesuai post terkait agar memudahkan pembaca.

News adalah topik khusus berita atau hal-hal yang update. Agak beda dengan general, meski punya kanal-kanal yang sama.

Cara Memilih Niche untuk Blog

Sampai sini Saya rasa Anda sudah paham mengenai niche dan pembagiannya. Sekarang waktunya untuk mempertimbangkan niche apa yang cocok buat blog baru Anda.

Ada beberapa poin penting dalam materi kali ini, seperti:
  • Passion
  • Materi Blog
  • Bisnis
  • Bahasa
Mari kita bedah satu per satu!

1. Passion

Yups, menulis itu paling enak jika berdasarkan passion. Biasanya tulisan akan lebih dalam, serta pengetahuan tambahan seputar materi juga lebih luas.

Dampaknya, akan memberikan nilai lebih kepada pembaca, dan penulis pun seperti tidak ada beban. Mengalir saja!

Bahkan, artikel-artikel Anda bisa lebih panjang, karena segudang insight sudah nyangkut di otak Anda.

Katanya, artikel yang panjang itu gampang pejwan... hmmm.... bener gak ya? Temukan jawabannya di: Kelebihan dan Kekurangan Artikel Panjang pada Blog

Anda perlu menentukan apa keahlian yang sekiranya paling menonjol dalam diri Anda.

Setelah ketemu, Anda bisa mencari-cari referensi tentang blog yang berkaitan dengan passion Anda. 

Lihatlah bagaimana ia mengelola blog, konten-konten menarik apa saja yang dibuat, serta kategorinya.

Jangan tiru mentah-mentah, tapi jadikan blog mereka sebagaui acuan atau referensi saja. 

Isi konten bisa Anda buat sendiri, berdasarkan pengalaman dan keilmuan Anda.

Pembaca lebih suka dengan blog yang punya niche spesifik, apalagi micro niche. 

Tapi tak menutup kemungkinan niche-niche general juga punya tulisan yang mendalam, asalkan penulis ahli di banyak hal.

Kalau Anda punya hobi menulis dan jago menyadur, gak ada salahnya buat niche general saja.

Sedangkan News, sebenarnya lebih cocok buat yang memiliki tim. 

Itu karena frekuensi update News yang gila-gilaan, serta reportase langsung di lapangan diperlukan.

2. Pertimbangan Materi

Setelah Anda menentukan minat seperti pada poin pertama, sekarang Anda perlu mempertimbangkan isi materi yang cocok untuk topik tersebut.

Banyak blogger yang postingannya mulai mandek saat sudah lebih dari seratus atau dua ratus post. 

Termasuk Saya di masa lalu hihihi....

Awalnya mereka bisa update tiap hari, tetapi karena minimnya materi bahasan, sehingga mulai kehabisan ide.

Untuk itu, sebaiknya Anda mulai menulis daftar materi pada niche yang Anda pilih. 

Lakukanlah hal ini sebelum mulai menggarap blog.

Cari dulu keyword-keyword yang sekiranya masih nyambung dengan niche, lalu Anda bisa susun daftarnya.

Jangan lupa, dapatkan volume pencariannya juga, sehingga postingan nantinya berpotensi mendatangkan visitor, dan blog tak sepi pengunjung.

Saya rasa tak perlu bahas bagaiamana cara riset keyword saat ini. Anda bisa Googling sendiri.

Kalau Anda sudah menyusun materi-materi apa yang akan Anda tulis, ke depannya akan lebih mudah.

Ibaratnya daftar tersebut sebagai guidenya.

3. Dari Segi Bisnis, Menguntungkan atau Tidak

Jika Anda seorang blogger yang tidak matre, kesampingkan hal ini. 

Tapi buat Anda yang tujuannya ngeblog juga sembari dapat uang (termasuk Saya), pertimbangkanlah hal ini.

Kita ambil satu contoh mendapatkan penghasilan di blog dengan iklan.

Nah, perusahaan periklanan paling terkenal dan berani bayar mahal untuk publishernya adalah AdSense.

Anggap saja blog Anda ingin dapat penghasilan dengan bergabung bersama AdSense.

AdSense, memiliki sistem CPC (Cost per Click) yang bervariasi, tergantung kata kunci yang ditarget.

Sepengalaman Saya, kata kunci yang mahal biasanya yang berkaitan dengan keuangan, bisnis, asuransi, pendidikan dan teknologi.

Masih banyak sih yang lain, Anda bisa cari-cari info sendiri.

So, kalau mau menghasilkan lebih dari iklan, Anda perlu memilih niche yang berkaitan dengan hal tersebut.

Untuk metode lain seperti affiliasi, iklan mandiri dan lainnya, itu juga sebenarnya gak jauh-jauh beda.

4. Bahasa pada Blog

Sebenarnya masih satu garis dengan poin sebelumnya, cara memilih niche blog juga perlu mempertimbangkan bahasa.

Bahasa juga menentukan tinggi rendahnya pendapatan.

Keyword-keyword asing, bisa mendatangkan pengiklan asing pula. Di mana nilai kliknya lebih tinggi.

Tapi, untuk dapat visitor bule gak gampang, persaingannya ya dari seluruh dunia.

Kalau Anda punya kemampuan Bahasa Inggris bagus, Kamu bisa buat artikel-artikel basaha Inggris.

Tapi kalau tidak bisa, ya buat blog dengan bahasa Indonesia saja juga tak masalah.


Mungkin itu saja poin-poin yang perlu Anda perhatikan dalam cara memilih niche blog untuk pemula. Semoga membantu!