Cara Memilih Template yang SEO Friendly

cara memilih template SEO

Cara Memilih Template yang SEO Friendly - Peran theme atau template ini sangat vital sekali bagi sebuah blog. Tak heran kalau harganya bisa sampai angka jutaan. Banyak juga sih yang gratis.

Ibaratkan manusia, template itu tubuhnya, Javascript kemampuannya dan CSS itu penampilannya.

Bisa dibilang template ini adalah visual yang merepresentasikan website kita.

Terkadang kita suka meremehkan peran template ini. Kita selalu berpikir “Yang Penting Keren!.” Padahal dibalik kerennya sebuah template, itu menyimpan kode CSS yang berjibun. Makanya rata-rata template yang punya tampilan bagus loadingnya agak berat.
Memilih template itu bisa jadi dilema… “Pilih kecepatan atau penampilan?”
Kalau ada pertanyaan seperti itu, jawabannya relatif. Ada yang suka template super simple, ada juga yang suka templatenya heboh dan meriah. Itu balik lagi ke selera dan kebutuhan.

Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai karena penampilan template yang terlalu “wah” mengganggu kecepatan loading blog kita.

Lagipula, template yang bagus juga turut berperan dalam optimasi blog, alias SEO.

Cara Memilih Template SEO

Untuk mendapatkan pengalaman pengguna yang baik, serta SEO Friendly, template harus memperhatikan beberapa aspek berikut:

1. Navigasi yang Baik

Pernah gak Anda daftar AdSense dan ditolak?

Biasanya alasan penolakan karena konten tidak memadai, melanggar kebijakan dan navigasi sulit.

Google, melalui AdSense sudah memberikan sinyal yang kuat tentang pentingnya navigasi yang jelas. Ini semata-mata demi kenyamanan pengguna.

Ini berarti semua halaman web yang Anda tampilkan mudah untuk dicari.

Ringkasnya, paling tidak dalam theme Anda ada beberapa navigasi seperti berikut:
  • Search box
  • Menu
  • Sitemap page (daftar isi)
  • Kategori / Label / Tag
  • Related / Popular Post (opsional)
Semua navigasi di atas harus diletakkan di tempat yang mudah terlihat oleh pengunjung Anda.

2. Widget Seperlunya

Widget ini salah satu aspek penting untuk pengalaman pengguna yang baik (good user experience).

Selain itu, peran widget bisa menguntungkan bagi pemilik blog. Karena ada beberapa fitur seperti subscribe atau tombol share yang membantu menambah pelanggan setia dan promosi konten.

Namun dibalik keuntungan pemakaian widget, ada juga dampak negatifnya, yaitu ketika terlalu banyak widget yang Anda pasang. Hal tersebut akan membuat blog Anda lemot. 

Penjelasannya karena dalam widget itu terdapat kode Javascript dan CSS. Apalagi jika Anda menggunakan widget external.

Seperti yang dibahas sebelumnya, pengunaan kode JS dan CSS berlebihan dampaknya tidak baik.

3. Tidak ada Broken Link

Cara memilih template yang SEO, juga perlu memperhatikan link yang ada di dalamnya.

Broken link (link tidak ditemukan) adalah salah satu faktor yang memberikan pengalaman buruk bagi pengguna Anda. Bisa dibilang link yang rusak ini adalah jalan buntu.

Dalam hal SEO, broken link juga tidak baik.

Bayangkan, Anda memberi sebuah link hidup / navigasi baik itu eksternal atau internal, lalu ketika diklik link tersebut tidak ditemukan (404). Hal tersebut akan membuat geram pengunjung.

Oleh karenanya diperlukan pemeriksaan secara berkala untuk menemukan link yang rusak pada seluruh halaman website Anda. Semata-mata bertujuan agar memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung.

Salah satu indikator kesehatan sebuah website adalah sedikitnya broken link yang ada pada web, atau bahkan tidak ada sama sekali broken link.

Beberapa faktor berikut ini adalah hal paling umum yang menyebabkan terjadinya broken link:
  • Halaman eksternal dihapus oleh pemilik web
  • Mengubah slug (permalink)
  • Menghapus sebuah post / halaman, padahal ada beberapa halaman yang merujuk kesana
  • Salah ketik link rujukan
Untuk mengecek broken link pada website Anda, Anda bisa ke situs brokenlinkcheck. Anda tinggal masukan nama domain Anda, lalu find broken link. Kalau Anda punya halaman web banyak, maka akan membutuhkan waktu lama.

Sebaiknya Anda cek secara berkala seminggu sekali.

Cara Mengatasi Broken Link

Ada 3 cara untuk mengatasi link yang rusak:
  • Menghilangkan link tersebut
  • Mengganti dengan link baru yang relevan (biasanya untuk eksternal link)
  • Redirect secara permanen (301) ke halaman lain
Kalau Anda menghapus sebuah halaman atau pos, ada beberapa hal yang Anda harus lakukan:
  • Menghapus link di halaman lain yang mengarah ke halaman tersebut (jika ada)
  • Menghapus URL di Google (jika terindeks)
Kedua cara tersebut biasa Saya lakukan jika menghapus sebuah halaman. Dan umum dilakukan oleh para blogger untuk menghindari adanya broken link.

Cara Menghapus URL dari Indeks Google

Kalau Anda ingin menghapus URL di Google (agar tidak terindeks lagi), jangan hapus halaman dulu. Pertama Anda copy dulu URL yang ingin di hapus, lalu Anda bisa masuk ke Google Search Console ===> Penghapusan ===> Permintaan Baru ===> Pilih Tab Hapus URL untuk Sementara ===> Paste URL Link ===> Pilih Hapus URL ini saja ===> Berikutnya.

Setelah selesai sesi hapus URL di webmaster, barulah hapus halaman secara manual di CMS.

URL tersebut biasanya akan dihapus dalam waktu 24 jam. Berhasil atau tidaknya, bisa Anda lihat dilaporan. 

Untuk memastikan apakah sudah terhapus atau belum, Anda bisa ketik di Google search box: site:situsanda.com judul halaman. Kalau sudah hilang berarti berhasil.

4. Mendukung Versi Mobile

Saat ini kebanyakan template yang dibuat sudah mendukung tampilan mobile. Hal ini mengingat pengguna internet sekarang mayoritas mengakses lewat smartphone.

Sebenarnya tanpa versi mobile blog juga bisa diakses, tapi tampilannya tidak enak.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memilih template yang sudah mendukung versi mobile. Apalagi Google juga mengutamakn mobile first indexing pada algoritma mereka.

5. Loading Cepat

Template yang cepat akan memanjakan pengunjung, sebaliknya, template lemot justru akan membuat pentalan semakin buruk (bounce rate).

Salah satu indikator untuk menempati halaman pertama Google adalah kecepatan situs. Maklum saja, di era modern ini apa-apa serba ngebut, termasuk akses website.

Kesimpulan

Peran theme atau template itu sangat penting bagi sebuah blog. Selain dapat mendongkrak rangking di SERP, template yang bagus juga akan memudahkan sekaligus menarik pengguna. Yang terpenting, memberikan pengalaman pengguna yang baik.

Semakin banyak fitur serta desain yang wah, maka dipastikan template tersebut akan mempengaruhi kecepatan loading blog.

Alangkah baiknya bila tetap mementingkan aspek kecepatan selain desain yang bagus.

Buang widget yang tak perlu, karena hanya akan memberatkan blog saja.

Kurangi atau hilangkan sama sekali broken link yang ada di website Anda, karena hal tersebut tidak disukai Google dan akan memberikan pengalaman pengguna yang buruk.

Pilihlah template yang sudah mendukung versi mobile, serta loadingnya ngebut.


Itulah beberapa cara memilih template yang SEO friendly. Dengan memperhatikan beberapa faktor di atas, dampaknya tidak cuma bagus buat blog, tapi akan memanjakan pengunjung.